Berita
Beranda / Berita / Kemping Lintas Agama, KUMPPARAN Ajak Pemuda Majalengka Rajut Toleransi

Kemping Lintas Agama, KUMPPARAN Ajak Pemuda Majalengka Rajut Toleransi

MAJALENGKA – Komunitas Pemuda Pelopor Toleransi Majalengka (KUMPPARAN) menggelar Kemping Lintas Agama selama tiga hari, 7–9 Agustus 2026, di Pesantren Ekologi Al-Mizan Wanajaya, Kabupaten Majalengka. Kegiatan yang diikuti pemuda lintas agama dari Majalengka dan sejumlah daerah di Jawa Barat, Banten, serta DKI Jakarta ini digelar sebagai ruang perjumpaan untuk memperkuat toleransi, membangun persaudaraan, dan merawat kerukunan antarumat beragama.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak, mulai dari tokoh agama, pemerintah daerah, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Kesbangpol, hingga organisasi masyarakat keagamaan lintas iman.

Kemping Lintas Agama menjadi salah satu langkah KUMPPARAN dalam mendorong generasi muda agar terlibat aktif dalam menjaga kerukunan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat. Melalui kegiatan yang dikemas dalam suasana kebersamaan, para peserta diajak untuk saling mengenal, berdialog, bertukar pengalaman, serta membangun jejaring persaudaraan lintas agama dan daerah.

Pimpinan Pondok Pesantren Ekologi Al-Mizan Wanajaya, KH Maman Imanul Haq, dalam sambutannya menegaskan bahwa perbedaan agama semestinya tidak menjadi penghalang untuk mempersatukan umat dalam kegiatan-kegiatan positif.

Menurutnya, keberadaan ruang perjumpaan seperti Kemping Lintas Agama sangat penting bagi generasi muda, khususnya generasi Z. Namun, kegiatan tersebut perlu dikemas dengan pendekatan yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan generasi muda agar pesan toleransi dapat diterima dan diimplementasikan secara nyata.

Rapat Rutin Bulanan FKUB Majalengka

Kegiatan Kemping Lintas Agama secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Majalengka, Dena. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan masyarakat Majalengka.

Menurut Dena, masyarakat Majalengka selama ini dikenal mampu menghargai keberagaman. Kerukunan antarumat beragama yang berjalan kondusif menjadi salah satu modal penting dalam mendukung pembangunan Kabupaten Majalengka.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada KUMPPARAN selaku penyelenggara, panitia, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Majalengka, KH Abdul Muiz, yang hadir didampingi Sekretaris FKUB Dr. Amin Ridwan beserta jajaran pengurus, turut memberikan sambutan kepada para peserta.

Dalam amanatnya, KH Abdul Muiz mengajak seluruh peserta untuk membangun toleransi melalui hal sederhana, yakni saling mengenal dan saling menyapa. Menurutnya, perkenalan dan keakraban merupakan langkah awal dalam membangun hubungan yang harmonis di tengah perbedaan.

FKUB Majalengka Hadiri Rapat Kerja Pansus IV DPRD Kabupaten Majalengka

Sebagai simbol kebersamaan, FKUB juga mengajak seluruh peserta menggemakan yel-yel persatuan yang menambah semangat dan keakraban selama kegiatan berlangsung.

Kemping Lintas Agama ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, di antaranya organisasi masyarakat keagamaan lintas iman, Kesbangpol, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, tokoh agama, serta tokoh dan komunitas pemuda se-Majalengka.

Tidak hanya berasal dari Majalengka, peserta juga datang dari sejumlah wilayah lain, seperti Provinsi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Keberagaman latar belakang peserta menjadikan kegiatan ini sebagai ruang belajar bersama sekaligus wadah memperluas jejaring pemuda lintas agama.

Melalui kegiatan tersebut, KUMPPARAN berupaya menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam merawat kerukunan. Toleransi tidak cukup hanya dipahami sebagai sebuah nilai, tetapi perlu diwujudkan melalui perjumpaan, komunikasi, kerja sama, dan sikap saling menghargai.

Kemping Lintas Agama pun diharapkan menjadi momentum untuk menumbuhkan lebih banyak pemuda pelopor toleransi yang mampu menjadi penggerak kerukunan di lingkungan masing-masing.

Komunitas Pemuda Pelopor Toleransi Majalengka Berdialog dengan FKUB Bahas Rencana Perkemahan Kebangsaan

Dari Majalengka, semangat tersebut menjadi pesan bersama bahwa perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh, melainkan kesempatan untuk saling mengenal, memahami, dan membangun persaudaraan dalam bingkai kebhinekaan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *